Sabtu, 31 Oktober 2009

Masih banyak yang bisa dilakukan

Aku duduk disitu, di sebuah tempat sunyi hampir tak ada suara.
Aku berdiri, mencoba berjalan, masi bisa rupanya. Alhamdulillah.
Pikiranku sedikit kacau,
tidur gak teratur, bangun lgsg kuliah, di kampus pun jadi gak bisa konsentrasi.
Aku baru kehilangan seseorang, seseorang yg mungkin memang aku masih menyayanginya, yg kita percayai itu sbg cinta, tapi aku gak tau pasti, ya itu lah dia.
Aku baru kehilangan dia, gak ngrti entah karena apa.
Dan dia pun sekarang uda bersama orang laen, ahhh.. mungkin beberapa org berpikir ini merupakan suatu peristiwa yg sangat menyedihkan buat aku.
Tapi, aku sadar sebagai laki-laki, seperti pesan papa sewaktu aku masih kecil, "laki-laki itu harus kuat, harus bisa memotivasi dirinya sendiri, gak boleh nangis, dan harus bisa menyelesaikan masalahnya sendiri". dan akupun baru mengerti makna pesan itu skg.
Ya, benar. Aku menerapkan itu, dan aku mencoba untuk tetap tenang dalam menghadapi situasi ini.
Walaupun agak sedikit kacau, aku terus menutupi perasaan itu di depan semua orang.
Sebenarnya perasaan sakit itu hampir kalah, dan mungkin sekarang aku sudah beranjak dewasa, lebih berpikir kedepan.
Akupun pergi menemui teman-temanku.
Ada bang Fermi, dia menepuk pundakku dan berkata,"Sabar-sabar lah kau do, masi banyak yang bisa kita lakukan".
Aku pun terdiam, dan berpikir dalam-dalam maksud dari kata-kata itu.
Aku berpikir terus, dan menemui titik inti dari kata-kata itu.
Aku masih punya orang tua yg selalu ada, masi ada abang dan adek-adek aku, masi harus memikirkan masa depanku yg masi panjang, dan yang paling penting masi banyak teman-temanku disini yang selalu mendukung, Alhamdulillah.
Akhirnya pun aku dan mereka bersenang-senang, pasti perasaan sakit aku itu kalah.
Angkat gelas, angkat gelas!!!
I'm the man, you're the problem,
yaaa, masi banyak lagi cinta-cinta laen yg mungkin lebih baek.
Laki-laki harus berpikir ke depan
InsyaAllah masi banyak waktu untukku.
Masi banyak yang bisa kulakukan untuk Allah SWT, untuk orang tua, untukmu yg nnti mengisi masa depanku.

Jumat, 18 September 2009

Hujan

Hari ini, Sabtu.
Aku bangun dari tempat tidur jam 10 pagi. Libur, gak ada kuliah, jadi bisa agak tenang jam berapa aja bangun.
Sewaktu bangun, aku tercengang, badanku terasa dingin, aku tidur lagi, kusangka masi jam 7 pagi, ya tidur lagi lah. (parah)

bangun lagi, sudah jam 12. Masi terasa dingin, sepertinya ini sudah gak wajar kalo mau tidur lagi, ternyata hari hujan makanya serasa adem dingin layaknya udara pagi yg memberi kesan indah setiap org yg mengalaminya.

Hujan, aku ntah kenapa merasa sangat suka dengan anugerah Allah yg satu ini. Aku merasa hujan in dapat membuatku tenang. Melihat rintikan rintikan deras air jatuh dari atas langit diantara awan-awan gelap. Sangat indah.

Aku sangat menikmati momen ini, dan aku diam.
Aku kangen, kangen sama dia, seseorang yg sedang menemui sanak keluarga famili nya semua di propinsi seberang.
Ya ya ya,
I miss her. Oh I miss you very bad, Mira Novita.
Cinpitt.

Hujan, disaat pohon mangga gak berbuah.
Disaat monyet tak bergerak, dia diam melihat ini.
Sabtu, 19 September 2009.

Kamis, 06 Agustus 2009

Pengakuan

Takkan ada yang percaya, kalau aku adalah sosok sempurna.
Aku hanyalah kadar tanah yang berbentuk dan mempunyai karakter yang berbeda-beda.
Yang akan hancur terkena panasnya matahari, akan memudar dihabiskan rintikan hujan yang menelan tiada tara.

Hidup dunia.
Takkan ada habis-habisnya.
Kau tau kalau kita manusia ini takkan pernah merasa puas. Selalu ingin dan ingin sesuatu secara berlebihan, tanpa batas.

Akuilah saja, banyak cerita-cerita disekitar kita atau bahkan diri sendiri mengalaminya.
Selalu ingin lebih lebih dan lebih hanya mengejar kepuasan batin dirinya.

Allah tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan, maupun itu adalah sesuatu yang baik apalagi perbuatan yang buruk.

Kita, manusia, adalah makhluk yang selalu kalah dengan hawa nafsu.
Selalu kalah dengan penglihatan luar yang belum jelas apa yang akan dituju.

Itulah kita, manusia, makhluk-Nya.
Hanya Dia, Allah yang Maha Sempurna. kita hanya memiliki sesuatu yang takkan sempurna
Akuilah saja.
Kita semua pasti berdosa.

Kamis, 06 Agustus 2009.

Selasa, 04 Agustus 2009

Here It Is (For Her) In My Heart

Listen,
I want you to hear.
Anything about you that I know.
Come on, let's walk. =)

Breathing and I will carry you into the velvet sky.
Look up, stare at the stars that paint this dark night light.
You start to speak with your amazing voice that make me fly.
I see your smile, I am very enthralling, I don't want to miss an eye.

Below the lights, I spend my cold nights.
Alone, awake, and thinking of the weekend, the whole day that we are fall in love
=)

we're hanging on, She and I.
Take us high into the painted sky.
My darling, we both on the wing, look down and keep on singing.
and she stare at me....
Ohh God Ya Allah Ya Robbi, what a beautiful creation that You made. Alhamdulillah. =)

Are you there?
Are you there? Are you there my lullaby?
Are you there? Are you there?
Yes, I know you there. You're not a decoy dream.
I'm sure, indeed I love you.
I love you.
I love you Mrs. Mirnov =)

Rabu, 29 Juli 2009

Hanya Janji (Tak Pantas)

Tiap berulang kali semua ada. hanya sebelah mata tertuju pada satu bala.
ada dan binasa, semua hanya fiktif belaka.
ada dan binasa, semua hanya mimpi tuk disimpan dalam tanya.

Segampang inikah sebuah janji?
terlalu mudah untuk diucapkan dan tak ditepati.
semakin banyak mengumbar kata-kata hanya untuk menyenangkan hati.

Semudah inikah mengumbar janji?
yang selalu saja mereka ucapkan tanpa harus diyakini.

kenapa tak sekalian saja kau buat sebuah jurnal juranganmu itu kedalam otak busukmu.
yang hanya bisa kau abaikan seiring dgn terlewatinya waktu.

jangan terlalu banyak mengucap sumpah yang palsu.
kau tak layak jadi panutanku. otak kotormu hanya menodai sifatku yang masih harus byk mempelajari ttg dunia di dalam jagad raya ini.
sampai terjatuh, di hadapan tanah yang menguning karena panasnya sumber cahaya, kau takkan bisa dipercaya lg oleh semua isi alam semesta ini.
sampai semua selesai dan mati.

Proses proses dan proses (19 tahun)

Ini aku, saat aku baru 19 tahun.
Disaat aku beranjak dari umur 18 tahun ke 19 tahun. pada tanggal 19 November 2008 lalu,
Aku mungkin gak pernah berpikir, apa saja yang sudah kulalui, apa saja yang sudah kuperbuat selama ini, bermanfaatkah itu? baikkah itu bagiku dan untuk yg lainnya? gak pernah.
Pikiranku masih belum bisa memikirkan hal sejauh itu pada saat itu.
Aku pun menjalani hidupku seperti biasa. Kuliah kuliah kuliah, tapi gak seperti biasanya, kali ini setiap pulang kuliah aku lebih sering langsung pulang, Kuliah pulang kuliah pulang, atau yaa anak sekarang menyebutnya Mahasiswa Kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah pulang), banyak yang mengartikannya, ahhh bukan urusanku...
Lelah, pasti.. Pikiranku pun kacau, entah memikirkan apa saja lah.. ya kuakui pada saat itu adalah masa dimana aku terlalu membawa perasaanku ke permukaan, nafsu lebih unggul dibanding pikiran. yaa, begitulah manusia pada umumnya.
Memang aku sedang ada masalah, kalau sekarang aku berpikir lagi, gak seharusnya aku terlalu memikirkan hal itu, karena itu memang tidak perlu dipikirkan, buat apa kita memikirkan sesuatu yang jelas-jelas gak baik buat kita? ahh, sulit emang keadaanku saat itu.
Tiap hari merenung, memikirkan entah apalah itu. Sangat bodoh kupikir.
Tapi Allah SWT memang Maha Adil, dia menciptakan manusia lain untuk kita dapat bersosialisasi, dapat saling membantu.
Saat itu, pada umurku mulai 19 tahun, aku memikirkan untuk mempunyai teman yang jauh lebih tua daripada aku.
yaa, akhirnya aku pun mulai berteman dengan mereka. ada yang uda mau jadi dokter, ada yang uda kerja, ada yang mantan pengedar narkoba, ada yang mantan napi, ada yang mantan pecandu narkoba, banyak lah.
Salah satu dari temanku sering berkata, "Gini do, Kalo kita lagi cakap-cakap gini, kau ambil baiknya, kau buang buruknya dari yang kita cakapkan tadi".
Dan aku pun bercerita masalahku padanya, dari malam buta hingga azan shubuh berkumandang.
Dia berkata terakhir sangat keras,"BODOH KAU..! KAU INI LAKI-LAKI, HARUS KUAT. JANGAN LEMAH"
Setiap hari kata-kata itu sering kali diucapkannya. Sampai bosan dia kurasa.
Oke.. Pikiranku mulai terbuka. Banyak yang bisa diambil dari percakapanku dengan temanku yang satu ini.
Dia adalah teman sekaligus abang bagiku, selain umurnya jauh lbh tua dariku, dia jg banyak memberi nasehat dan saran untukku, ya hidup ini keras kawan..!
Waktu pun terus berjalan mengiringi perjalanan 19 tahunku ini, Alhamdulillah aku sudah dapat banyak pelajaran di usia ini. Banyak proses-proses yang sudah kulalui sebelumnya.
Cara menghadapai sesama manusia yang berbeda karakter, cara mengambil keputusan yang baik, cara menyikapi sebuah keadaan secara baik, dan lain-lain.
Semua proses sudah kulalui, berkat orangtuaku, saudara-saudaraku, dan teman-temanku.
Terima kasih semuanya.
Sekarang aku yakin, aku adalah seorang laki-laki yang kuat, setelah semua ini kulalui.
Masih panjang memang, tapi biarlah aku banyak belajar lagi, lagi dan lagi selagi 19 tahunku ini blm pergi, dan masuk ke dalam perjuangan hidup sebenarnya.

Medan, 29-7-2009